Senin, September 17, 2012

Mau Jadi Orang Pintar Atau Orang Bodoh???

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnisAgar bisnis berhasil, ia merekrut orang pintarWalhasil, banyak bos-bos orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka mereka merekrut orang pintar untuk  memperbaiki yang salah. Walhasil, orang bodoh memerintah orang pintar untuk keperluannya.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan dan mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayar orang-orang pintar.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil, orang pintar menjadi staf orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang pintar yg bekerja.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pintar akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari-cari apa yang bisa dijadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan2 pekerjaan yg lebih & lebih baik lagi.

Bill Gates, Dell, Henry Ford & banyak pengusaha ain, tidak pernah jadi sarjana, tapi jadi pengusaha-pengusaha yang mampu memperkerjakan orang-orang pintar & menghidupi keluarga mereka.

Lalu PERTANYAANNYA?.
- Lebih baik jadi orang pintar atau orang bodoh ?
- Pinteran mana, orang pintar atau orang bodoh ?
- Mana yg lebih susah, orang pintar atau orang bodoh ?.

KESIMPULAN :
* Jangan lama2 jadi orang pintar.!
* Mari menyegerakan jadi orang bodoh yg pintar & menghindar jadi orang pintar yg bodoh.

Kata kuncinya adalah: “Resiko” & “Berusaha”.

Orang bodoh berpikir pendek, maka dia bilang resikonya kecil. Dia akan berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pintar berpikir panjang, maka dia bilang resikonya besar. Dia tidak berusaha mengambil resiko tersebut dan mengabdi pada orang bodoh.

Di manakah posisi anda saat ini ? Keputusan ada di tangan anda :) .
Man jadda wajada!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

no bully, ya