Rabu, April 27, 2011

Cara Bijak Penggunaan Kartu Kredit

cara+bijak+penggunaan+kredit.jpg (250×205)


Kredit adalah Sesuatu yang Bermanfaat dan Menyenangkan

Kartu kredit, pinjaman dan berbagai jenis kredit lainnya dapat memudahkan Anda mengatur keuangan, dan dapat dimanfaatkan pada saat-saat darurat. Kredit dapat memudahkan Anda membayar pembelian bernilai besar seperti menambah istri gelap peralatan elektronik dan perabotan rumah. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memudahkan Anda memiliki rumah idaman.

Namun perlu Anda ingat bahwa memiliki kredit membutuhkan tanggung jawab yang besar. Pengelolaan kredit yang tidak bijaksana dapat mengganggu aliran dana Anda dan dapat menimbulkan masalah-masalah yang lain. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui seluk beluk kredit agar Anda dapat memanfaatkannya dengan bijaksana.

Jenis Kredit

Anda bisa mendapatkan pinjaman untuk berbagai keperluan seperti membeli mobil baru, membayar uang sekolah dan membeli atau memperbaiki rumah. Anda juga dapat mengajukan pinjaman untuk kepentingan usaha. Kredit pada umumnya dibagi menjadi dua jenis: kredit dengan agunan dan kredit tanpa agunan.

- Kredit dengan agunan adalah pinjaman yang diperoleh seseorang dengan menjaminkan sesuatu kepada kreditur. Agunan adalah sesuatu yang bernilai sama atau lebih besar dari jumlah pinjaman, seperti mobil, rumah atau deposito tunai.

Kredit tanpa agunan adalah pinjaman yang diperolah seseorang tanpa jaminan apapun.

Kartu kredit merupakan salah satu jenis pinjaman pribadi tanpa agunan yang paling umum. Memakai kartu kredit sama saja dengan meminjam uang. Setiap kali Anda menggesek kartu, Anda sebenarnya mengajukan permohonan pinjaman untuk pembelanjaan tersebut. Jika Anda ingin menyicil pembayaran tagihan, perusahaan kartu kredit akan membebankan biaya bunga yang nantinya harus Anda bayar bersamaan dengan nilai cicilan pembelian barang.

Berapa Banyak yang Bisa Anda Pinjam?

Anda akan menghadapi masalah jika Anda tidak membayar tagihan kartu kredit atau pinjaman tepat pada waktunya. Hal ini bahkan bisa menjurus kepada tindakan hukum. Menunda pembayaran pinjaman atau tagihan kartu kredit adalah masalah serius, dan dapat memengaruhi kredibilitas Anda ketika mengajukan pinjaman atau kartu kredit baru.

Agar terhindar dari masalah seperti ini, gunakanlah pinjaman Anda dengan bijaksana. Oleh karena itu, pertama-tama Anda harus mengetahui berapa nilai pinjaman yang sanggup Anda bayar. Anda harus meneliti dengan seksama kondisi keuangan Anda pada saat ini dan pada masa yang akan datang sebelum melakukan peminjaman. Setelah itu, buatlah anggaran yang realistis untuk membayar pinjaman-pinjaman itu dengan menghitung rasio pinjaman.

Rasio Pinjaman

Rasio pinjaman adalah perbandingan jumlah pinjaman dengan jumlah pendapatan Anda. Rasio ini dapat memberi gambaran tentang kondisi keuangan Anda. Rasio pinjaman ini merupakan persentase dari penghasilan bulanan bersih yang dipakai untuk membayar pinjaman dan biaya bulanan lainnya. Sebagai contoh: jumlahkan semua uang yang dibutuhkan untuk membayar pinjaman tiap bulan, termasuk biaya sewa atau cicilan rumah, lalu dibagi dengan penghasilan bersih Anda (setelah dipotong pajak). Dengan demikian, semakin kecil rasio pinjaman Anda, semakin besar pula uang yang bisa Anda sisihkan untuk ditabung atau dipakai untuk keperluan lain.

Banyak ahli keuangan menyarankan agar rasio yang dipakai untuk membayar pinjaman dan kartu kredit tidak melebihi 15 hingga 20 persen dari pendapatan bersih, dan total pembayaran semua utang termasuk cicilan rumah sebaiknya tidak melebihi 40 persen dari pendapatan bersih Anda.

Contoh:

Jumlah cicilan pinjaman setiap bulan Rp.1.600.000

Pendapatan bersih Rp 4.000.000

Rasio pinjaman (Rp.1.600.000: Rp 4.000.0000) x 100% = 40%

LATIHAN

Cara menghitung rasio pinjaman Anda adalah dengan membagi jumlah pengeluaran bulanan dengan pendapatan bersih Anda. Pertama-tama, catat semua pengeluaran bulanan, termasuk biaya sewa rumah, tagihan telepon, penyusutan dan tagihan kartu kredit Anda:

1. Sewa rumah Rp…………………

2. Belanja harian Rp…………………

3. Listrik Rp…………………

4. Air Rp…………………

5. ...................................... Rp…………………

6 ...................................... Rp…………………

7. ...................................... Rp…………………

8. ...................................... Rp…………………

9. ...................................... Rp…………………

10. .................................... Rp…………………

Total Rp…………………

Kemudian, jumlah total dibagi dengan gaji bersih bulanan (setelah dipotong pajak)

Gaji bersih bulanan Rp…………………

Rasio utang Anda adalah ........%

Jadi berapa rasio utang anda ? Masih berani menambah hutang ? Hati-hatilah !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

no bully, ya